Showing posts with label Akidah dan Akhlak. Show all posts
Showing posts with label Akidah dan Akhlak. Show all posts

Distronya Kaum Sufi

Posted by Phinuss 0 comments

Rupanya di Kafe Sufi mulai di lauching produk yang sangat ditunggu-tunggu. Yaitu Distro Sufi. Para pengkafe sangat gembira dan penuh suka cita, apabila Distro Sufi ini benar-benar terwujud.

Karena dengan menggunakan pakaian dari Distro Sufi ini, nafsunya akan terkendali, jiwanya akan bersih, imannya akan kuat, dan Islamnya terwujud dalam keseharian bersama Allah Ta’ala.

Di luar dugaan yang mengantre untuk membeli distro berjubal mengalahkan antre tiket sepak bola. Tapi mereka tampak tertib dan khusyu’. Semakin tidak khusyu’ hatinya, tidak khudhu jiwanya, semakin jauh dari upaya untuk mendapatkan pakaian bersih di Distro itu.

“Saudara-saudara sekalian“, kata manajer Kafe membuka acara launching. “Kita akan membuka acara yang kita tunggu-tunggu dengan penuh sabar dan ridho. Untuk itulah kami memuqoddimahi acara ini dengan sebuah kisah, ketika malam Lailatul Qadar, malam yang agung, tiba-tiba Syeikh Abul Hasan asy-Syadzily Sang Sulthonul Auliya’ bertemu Rasulullah saw, dan  bercerita, “Semalam aku bertemu rasulullah saw, dan beliau Rasulullah saw, bersabda padaku:

“Wahai Ali, bersihkan bajumu dari kotoran, engkau akan mendapatkan anugerah Allah di setiap nafasmu.”
“Wahai Rasulullah, bajuku yang mana itu?” tanyaku.

Maka rasulullah saw, bersabda, “Sesungguhnya Allah telah memberimu lima pakaian:
  1. Pakaian Cinta
  2. Pakaian Ma’rifat
  3. Pakaian Tauhid
  4. Pakaian Iman
  5. Pakaian Islam.

  • Siapa yang m,encintai Allah swt, segalanya akan terasa hina.
  • Siapa yang ma’rifat kepada Allah swt, segala sesuatu menjadi kecil.
  • Siapa yang bertauhid kepada Allah swt, ia tidak akan musyrik selamanya.
  • Siapa yang beriman kepada Allah swt, ia aman dari segalanya.
  • Siapa yang Islam hanya bagi Allah, akan sedikit maksiatnya, dan jika maksiat ia langsung memohon ampun kepadaNya. Jika memohon maaf diterimalah maafnya.”

“maka saat itulah aku faham apa yang difirmankan Allah Azza wa-Jalla,: “Makasucikanlah bajumu.”

Usai pidato pembukaan itu, sang manajer Kafe lalu tersentyum dengan senyuman yang serasa luas bagai lautan. Teduh, dalam, dan mendamaikan.
Para pengkafe baru faham, apa sesungguhnya Distro Sufi yang hakiki.

Menu Yang Bikin Menangis

Posted by Phinuss 0 comments

Ada menu di kafe Sufi, sekali anda makan dan anda minum, airmata meleleh ke pipi. Saking pedasnya? Bukan. Tetapi karena setiap bumbunya, terus-menerus membuat hati kembali kepada Allah swt. Nah, biasanya ada model menangis.Ada menangis mata; ada menangis hati; ada pula menangis rahasia batin:

  • Menangis mata adalah tangisan kaum ma’rifat yang kembali hatinya kepada Allah swt.
  • Menangis hati adalah tangisan kaum ma’rifat yang sedang menempuh jalan menuju Allah swt.
  • Menangis rahasia batin, adalah kaum ma’rifat yang menangis karena mereka menjadi pecinta Allah swt.

Perlu diketahui, bahwa kalangan ahli ma’rifat mempunyai kesusahan yang tersembunyi di bawah rahasia batin mereka, tertutupi oleh pemikiran mereka, maka, ketika rahasia batinnya memuncak, berhembuslah angin rasa takut penuh cinta karena Kharisma Ilahi. Sedangkan hatinya bergolak jilatan api kegelisahan, yang membakar seluruh remuk redamnya kealpaan dan kelupaan kepada Tuhannya Azza wa-Jalla. Untuk sajian menunya ada beberapa piliha; anda tinggal minta pesan kepada pelayan, seputar derajat tangis anda. Silahkan dipilih:
  • Sajian menangis karena malu, seperti tangisan Nabi Adam as.
  • Menangis karena kesalahan, seperti tangisan Nabi Dawud as.
  • Menangis karena takut, seperti tangisan Nabi Yahya bin Zakaria.
  • Menangis karena kehilangan, seperti tangisan Nabi Ya’qub as.
  • Menangis karena Kharisma Ilahi, seperti tangisan seluruh para Nabi as, yaitu dalam firmanNya:  “Ketika dibacakan ayat-ayat Sang Rahman kepada mereka, maka mereka bersujud dan menangis.” (Marsyam: 58)
  • Menangis karena rindu dan cinta, seperti tangisan Nabi Syu’aib as,  ketika beliau menangis sampai matanya buta, kemudian Allah swt, mengembalikan menjadi sembuh, lalu beliau menangis lagi hingga buta kembali sampai tiga kali. Lalu Allah swt, memberikan wahyu kepadanya: “Wahai Syu’aib, bila tangisanmu karena engkau takut neraka, Aku sudah benar-benar mengamankan dirimu dari neraka. Dan jika tangismu karena syurga, Aku telah mewajibkan dirimu syurga.”

“Tidak Ya Tuhan, namun aku menangis karena rindu ingin memandangmu…” kata Nabi Syu’aib as. Kemudian Allah swt, menurunkan wahyu kepadanya,” Sungguh wahai Syu’aib! Sangat benar orang yang menghendakiKu, menangis dari dalam rindu kepadaKu. Untuk penyakit ini tidak ada obatnya, kecuali bertemu denganKu.”
Diriwayatkan bahwa Nabi saw, bersabda: “Bila seorang hamba menangis karena takut kepada Allah atas masalah ummat, sungguh Allah swt memberikan rahmat bagi ummat itu, karena tangisan hamba tadi.”

Rabi’ah ra, berkata, “Aku menangis selama sepuluh tahun karena merasa jauh dari Allah swt, dan sepuluh tahun lagi menangis karena bersama Allah swt, kemudian sepuluh tahun menangis karena menuju kepada Allah swt. Menangis karena bersama Allah, disebabkan sangat berharap padaNya. Sedangkan menangis jauh dari Allah swt, karena takut kepadaNya. Adapun menangis karena menuju Allah swt, karena sangat rindu kepadaNya.”

Salah satu Sufi berkata, “Aku masuk ke rumah rabi’ah al-Bashriyah, ketika itu ia sedang sujud. Lalu aku duduk di sisinya, hingga ia bangun mengangkat kepalanya. Kulihat ditempat sujudnya menggenang air matanya. Aku bersalam kepadanya, dan ia jawab salamku. Ia berkata, “Apa kebutuhanmu?” tanyanya.
“Aku ingin datang kepadamu..” kataku.

Lalu ia menangis, dan memalingkan wajahnya dariku. Ketika ia menangis, ia mengatakan, “Sejuknya matahatiku  harus datang dariMu? Sungguh mengherankan orang yang mengenalMu, bagaimana ia bisa sibuk dengan selain DiriMu? Mengherankan sekali! Orang yang menghendakiMu, bagaimana ia menginginkan selain DiriMu?”
Silakan anda memlih, nanti akan disiapkan oleh para pelayan.

Cuci mulut yang menyucikan jiwa
Menu tutup makan dan minum, adalah cuci mulut. Menu ini terdiri dari buah-buahan dari pohon taubat dan khusyu’. Lalu berbuah syukur yang tak henti-hentinya berbuah. Bagi para peng-kafe sufi, menu cuci mulut ini sangat berarti agar tidak muncul hasrat nafsu yang ambisius dan berlebihan dalam menjalankan ubudiyah serta menyantap santapan ruhani. Karena betapa banyaknya kebenaran disampaikan dengan nafsu dan emosi, sehingga malah merusak pribadi sang muballigh atau juru dakwah itu sendiri. Itu disebabkan dakwah jadi entertain, hiburan dan industri. Dan itulah hancurnya para muballigh kita.
Mereka mesti mencuci mulutnya setelah menyantap sajian pengetahuan agama, sajian akidah dan ruhani mereka.

Cara mengkonsuminya adalah sebagai berikut:
  • Hayati dalam-dalam rasa cahaya yang tersembunyi dibalik konsumsi pengetahuan dan kema’rifatan, agar tidak lupa pada tujuan hakikinya.
  • Beristighfar dulu sebelum mencuci mulut dengan sajian buah segar cahaya ini, siapa tahu ketika mengkonsumsi makanan  ruhani bercampur dengan nafsu dan syahwat.
  • Ambillah dengan Nama Allah dan gerakan tangan bersyukur.
  • Kunyahlah pelan-pelan agar seluruh mulut hati anda merasakan betapa cintanya Allah kepadamu. Sampai mulut hati anda dipenuhi oleh rasa Husnudzon (baik sangka) yang kuat kepadaNya.
  • Akhiri dengan rasa fakir, ketakberdayaan, hina dan lemah di hadapanNya.

[Nasihat Sufi] Sudahkah kamu melakukannya sendiri

Posted by Phinuss 0 comments
Wahai para penyeru kebaikan, sudahkah kamu melakukannya sendiri?

Jangan kau sembuhkan orang sakit jika penyakit berbahaya bersarang di tubuhmu.
Berilah petunjuk orang lain di saat kau telah dapatkan petunjuk itu.
Mulailah taat dari dirimu sendiri, hindari larangan-Nya, kau kan menjadi orang bijak.
Dengan demikian, ucapanmu kan di percaya dan mengandung petunjuk, ilmumu kan bermanfaat bagimu dan bagi umat.

Jangan kau cela akhlak orang lain jika kamu masih seperti mereka.
Berusahalah berakhlak mulia, kau kan terhormat."

Wahai para penasihat umat, kelak kau kan celaka jika yang kau katakan tidak pernah kau lakukan.
Kau nasihati orang dengan sungguh, sedangkan kau sendiri jauh dari saran-saran itu.
Kau katakan jangan mencintai dunia, tetapi kamu sendiri lebih mencintainya daripada mereka.

"Adalah maksiat jika kamu cari ilmu bukan karena Allah, melainkan untuk dunia."

Mulailah dari diri sendiri, belajar untuk tidak melakukan apa yang tidak pernah kita lakukan.

Rasulullah saw. pernah berkata; "Barangsiapa berkata sesuatu yang tidak pernah dia lakukan, maka tempatnya adalah neraka".

Keutamaan Al-Quran & Para Pecinta Al-Quran

Posted by Phinuss 0 comments



 Dinukil dari IHYA ULUMUDDIN karya Imam Al-Ghazali, terjemahan Ahmad Rofi’ Usmani jilid 3 hal 135-137

Sahabats…
Marilah kita sama-sama merenungkan hadist dan atsar berikut….

Nabi SAW bersabda, ” Barangsiapa yang membaca Al-Quran, kemudian berpendapat bahwa ada sesuatu karunia yang lebih utama dari pada yang dikaruniakan kepadanya tersebut, ia telah meremehkan apa yang telah diagungkan oleh Allah SWT.”(HR Thabrani)


Nabi SAW bersabda, ” Tiada yang memberi syafaat, baik nabi, malaikat, maupun lainnya, yang kedudukannya lebih utama di sisi Allah SWT dari pada Al-Quran.”(HR Thabrani)

Nabi SAW bersabda,” Andaikan Al-Quran berada di dalam kulit yang tidak disamak, niscaya ia tidak akan disentuh api.” (HR Thabrani)

Nabi SAW bersabda,Ibadah umatku yang paling utama ialah membaca Al-Quran.” (HR Abu Na’im)

Nabi SAW bersabda,” Sungguh, Allah SWT membaca surah Thaa-ha dan surah Yaa-sin sebelum Ia menciptakan makhluk seribu tahun setelahnya. Maka ketika para malaikat mendengarkan Al-Quran, merekapun berkata, ‘Berbahagialah qalbu yang menghafalkan ini ! Berbahagialah lidah yang bertutur dengan ini !’ “ (HR Ad-Darimi)

Nabi SAW bersabda,” Yang terbaik di antara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.” (HR Bukhori)

Nabi SAW bersabda,” Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi berfirman,’ Barangsiapa yang menggunakan waktunya untuk membaca Al-Quran, sebagai ganti dari berdoa dan memohon kepada-Ku, niscaya Ku-berikan kepadanya pahala paling utama orang-orang yang bersyukur.” (HR Tirmidzi)

Nabi SAW bersabda,” Pada hari Kiamat kelak di atas bukit kecil dari misik hitam ada 3 kelompok yang tidak mengalami kesulitan akibat kegalauan waktu itu dani tidak terkena hisab amal perbuatan sampai usainya hisab yang dikenakan terhadap orang-orang lain. Mereka itu adalah orang yang membaca Al-Quran karena mengharap ridho Allah dan orang yang menjadi tokoh suatu masyarakat dan masyarakat itu suka kepadanya.”
Nabi SAW bersabda,” Para pecinta Al-Quran adalah para pecinta Allah dan orang-orang yang diistimewakan-Nya.” (HR An-Nasa’i)

Nabi SAW bersabda,” Qalbu berkarat bagaikan berkaratnya besi.” Kemudian beliau ditanya,” Wahai Rasulullah, Bagaimanakah cara membersihkannya?” Beliau menjawab,” (Dengan) membaca Al-Quran dan dzikrul maut (mengingat kematian).” (HR Al-Baihaqi)

Nabi SAW bersabda,” Perhatian Allah SWT kepada pembaca Al-Quran lebih besar dari pada perhatian pemilik penyanyi kepada penyanyinya.”

Sementara dalam atsar para sahabat dan para ulama, antara lain:
Abu Umamah al-Bahili berkata,” Bacalah Al-Quran dan janganlah kalian terpedaya oleh mushshaf-mushshaf yang bergantungan ini. Sungguh, Allah SWT tidak menyiksa qalbu yang menjadi tempat bagi yang menjadi tempat Al-Quran.”

Sementara Ibnu Mas’ud ra. berkata,” Bila kalian menghendaki ilmu pengetahuan bacalah Al-Quran! Sungguh, di dalam Al-Quran terdapat ilmu orang-orang dahulu dan orang-orang terkemudian.”
Ibnu Mas’ud ra. juga berkata,” Bacalah Al-Quran !! Sungguh, dengan setiap huruf darinya kalian akan Allah karuniai sepuluh kebajikan. Aku tidak mengatakan alif-lam-miim itu satu huruf, sungguh!! tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan miim satu huruf.”

Nah sahabats, setelah menyadari betapa sangat agungnya Al-Quran tersebut, mari kita prioritaskan mengkaji Al-Quran dalam hidup kita. Kemudian secara bertahap dengan senantiasa memohon bimbingan dan kemampuan dari Allah SWT kita berusaha mengamalkannya, gimana?

Surat Al-Fatihah

Posted by Phinuss 0 comments

[1:1] Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.


[1:2] Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.


[1:3] Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.


[1:4] Yang menguasai di Hari Pembalasan (Hari Ad-din)


[1:5] Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.


[1:6] Tunjukilah kami jalan yang lurus,


[1:7] (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni’mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.